• Jelajahi

    Copyright © BSBKT86NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    KEGIATAN STANTING PUSKESMAS DI SMPN I PAKISJAYA MENDAPAT ANTUSIAS DARI SISWA

    Senin, 06 Februari 2023, Februari 06, 2023 WIB Last Updated 2023-02-06T12:15:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Karawang, BSKT 86 NEWS--Sejumlah  332  orang  siswi  SMPN I Pakisjaya mengikuti kegiatan Program Stanting dengan antusias yang di hususkan  untuk usia 12 sampai 16 tahun  atau usia remaja.

    Programer gizi Puskesmas Pakisjaya Carles Sianivar AMG  senin ( 06/02/23) mengatakan,   kegiatan Stanting seperti itu dilakukan  setiap 3 bulan sekali di setiap  tingkat SLTP dan SLTA seperti  di SMPN I.Pskisjaya,  tetapi untuk pelaporannya  harus setiap  1 bulan sekali. 

    Dan yang tujuannya adalah mempersiapkan   untuk  tidak  terjadi  adanya kekurangan    sel- sel darah  bagi usia remaja pada saat datang waktunya mentruasi  dan untuk mencegah terjadinya Anemia berat bagi remaja putri  itu yang akan berpengaruh  terhadap kondisi  remaja tersebut hususnya  pada saat remaja itu setelah menikah  dan juga  akan  menjadi ibu yang   bisa  melahirkan dengan selamat dan banyinya kelak tidak menjadi stanting, paparnya.

    Pada kegiatan Stanting di tingkat SLTP atau SLTA Itu adalah  pertama  memberikan penyuluhan kepada sejumlah siswi yang hadir saat itu tentang kerugian Stanting,  kedua  Skrining Anemia dan pemberian  tablet penambah darah.

    Adaapun  kerugian  akibat pengaruh Stanting adalah akan memiliki Cara berpikir yang lamban, di saat masa mencari kerja itu akan susah karena tidak memenuhi kreteria  ukuran tinggi badan   dalam persyaratan kerja. dan akan  rentang dengan penyakit,Terangnya.

    Perlu juga di garis bawahi tegas Carles,  bahwa  faktor Gen itu tidak 100 persen mempengaruhi terhadap  pertumbuhan dan perkembangan  tubuhnya seorang anak,  baik berat badan atau tinggi badannya anak, bisa di lihat perkembangannya setelah anak berusia 2 tahun sampai 5 tahun,    tetapi stanting  bisa terjadi  karena adanya pola konsumsi sehari- harinya  yang tidak seimbang, ungkapnya.

    Dan Jika  ada yang berpendapat  Adanya kasus anak yang  Terindikasi stanting  bagi  puskesmas itu tidak bisa tahu adanya salah satu warga masyarakat termasuk Kasus Stanting,  maka itu SALAH, buktinya data yang di infut ke Dinas kesehatan kabupaten  itu kan dari bagian progremer  gizi Puskesmas kecamatan, jelasnya, pungkasnya.

    Samsuri Kordinator PPKB kecamatan Pakisjaya  ikut  berkomentar  bahwa  tidak setiap anak badannya pendek itu Stanting dan tidak setiap Stanting itu anak yang  ukuran  badannya pendek.

    Dan  ada   anak  yang kepalanya besar perutnya besar dan ukuran tumbuhnya pendek itu  bukan stanting tapi mungkin saja   bisa  di  duga kasus gizi buruk, tegasnya.

    Sam juga menambahkan  yang bisa menentukan anak termasuk kasus Stanting,  itu  bukan Puskesmas  atau PPKB Kecamatan tetapi Bagian gizi Dinas Kesehatan Kabupaten tentunya, ucapnya.





    (Satibi maulana)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +